Tidur merupakan kebutuhan alami setiap manusia. Namun, di balik istirahat yang menenangkan itu, seseorang berada dalam kondisi paling lemah. Ketika tertidur lelap, ia tidak lagi mampu menjaga dirinya dari berbagai gangguan. Jika gangguan manusia masih mungkin dihindari dengan bantuan orang lain, maka gangguan makhluk gaib seperti setan tentu tidak dapat dihadapi dengan kekuatan diri sendiri.
Islam mengajarkan agar setiap muslim tidak mengabaikan dzikir dan doa sebelum tidur. Selain sebagai bentuk ibadah, amalan ini menjadi sebab datangnya perlindungan Allah Ta'ala sepanjang malam.
Mimpi Berasal dari Tiga Sumber
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa mimpi tidak semuanya memiliki asal yang sama. Ada mimpi yang merupakan bisikan hati, ada yang menjadi kabar gembira dari Allah, dan ada pula yang berasal dari gangguan setan.
Dari Abu Hurairah radhiyallāhu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
الرُّؤْيَا ثَلَاثٌ: فَبُشْرَى مِنَ اللَّهِ، وَحَدِيثُ النَّفْسِ، وَتَخْوِيفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ
Mimpi itu ada tiga macam: kabar gembira dari Allah, bisikan hati, dan gangguan atau rasa takut yang ditimbulkan oleh setan.
Referensi: Ṣaḥīḥ Muslim.
Hadis ini menunjukkan bahwa setan memiliki peluang untuk mengganggu manusia melalui mimpi. Oleh sebab itu, seorang muslim dianjurkan memperbanyak dzikir sebelum tidur agar memperoleh penjagaan dari Allah.
Makruh Tidur Tanpa Berdzikir
Imam An-Nawawi memberikan perhatian khusus terhadap amalan ini dalam kitabnya الأذكار. Beliau bahkan membuat bab berjudul:
بَابُ كَرَاهَةِ النَّوْمِ مِنْ غَيْرِ ذِكْرِ اللَّهِ تَعَالَى
Bab Makruhnya Tidur Tanpa Berdzikir kepada Allah Ta'ala.
Kemudian beliau membawakan hadis Rasulullah ﷺ:
مَنْ أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ وَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ تَعَالَى، كَانَ عَلَيْهِ تِرَةٌ مِنَ اللَّهِ
Barang siapa berbaring di tempat tidurnya tanpa berdzikir kepada Allah, maka hal itu akan menjadi penyesalan baginya di hadapan Allah.
Referensi: الأذكار karya Imam An-Nawawi.
Hadis ini menjadi peringatan agar seorang muslim tidak langsung memejamkan mata ketika hendak tidur, tetapi terlebih dahulu mengingat Allah dengan doa dan dzikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Malaikat dan Setan Mendatangi Orang yang Hendak Tidur
Keadaan menjelang tidur juga menjadi waktu yang sangat penting. Dalam sebuah hadis dari Jabir bin Abdullah radhiyallāhu 'anhumā disebutkan:
إِذَا أَوَى الْعَبْدُ إِلَى فِرَاشِهِ ابْتَدَرَهُ مَلَكٌ وَشَيْطَانٌ، فَيَقُولُ الْمَلَكُ: اخْتِمْ بِخَيْرٍ، وَيَقُولُ الشَّيْطَانُ: اخْتِمْ بِشَرٍّ، فَإِنْ ذَكَرَ اللَّهَ ثُمَّ نَامَ، بَاتَ الْمَلَكُ يَحْرَسُهُ
"Apabila seseorang berbaring di tempat tidurnya, malaikat dan setan segera mendatanginya. Malaikat berkata, 'Akhirilah harimu dengan kebaikan,' sedangkan setan berkata, 'Akhirilah harimu dengan keburukan.' Jika ia berdzikir kepada Allah kemudian tidur, malaikat akan menjaganya sepanjang malam."
Referensi: Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dan dinilai hasan oleh sejumlah ulama.
Hadis ini menggambarkan betapa besar manfaat dzikir sebelum tidur. Seorang yang mengingat Allah akan mendapatkan penjagaan malaikat hingga pagi hari, sedangkan orang yang melalaikannya lebih mudah diganggu oleh setan.
Penutup
Doa dan dzikir sebelum tidur bukan sekadar rutinitas yang dianjurkan, melainkan bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah Ta'ala. Saat seseorang tertidur, ia tidak lagi mampu menjaga dirinya. Karena itu, Rasulullah ﷺ mengajarkan berbagai doa sebelum tidur agar malam yang dilalui dipenuhi ketenangan, dijaga dari gangguan setan, serta menjadi sebab memperoleh pahala dan keberkahan.
Sudah sepatutnya setiap muslim membiasakan diri menutup aktivitas hariannya dengan mengingat Allah. Semoga Allah Ta'ala senantiasa menjaga kita sepanjang malam, memberikan mimpi yang baik, serta membangunkan kita dalam keadaan sehat dan penuh keberkahan.
