Doa Sebelum Tidur: Sunnah Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas Menurut Hadis

 



Keutamaan Membaca Al-Mu'awwidzat Sebelum Tidur

Tidur merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah Swt. anugerahkan kepada manusia. Melalui tidur, tubuh memperoleh kesempatan untuk beristirahat, memulihkan tenaga, dan mempersiapkan diri menjalani aktivitas pada hari berikutnya. Namun, ketika seseorang tertidur, ia berada dalam kondisi yang lemah dan tidak mampu menjaga dirinya dari berbagai gangguan yang tidak terlihat maupun bahaya yang mungkin terjadi.

Karena itulah, syariat Islam mengajarkan berbagai doa dan zikir sebelum tidur sebagai bentuk tawakal sekaligus permohonan perlindungan kepada Allah Swt. Di antara amalan yang paling dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ adalah membaca tiga surah yang dikenal dengan Al-Mu'awwidzat, yaitu Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Nas.

Amalan ini bukan sekadar bacaan rutin sebelum tidur, tetapi merupakan sunnah yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ sebagai ikhtiar memohon perlindungan dari berbagai keburukan, gangguan setan, sihir, hasad, dan segala mara bahaya.

Tata Cara Membaca Al-Mu'awwidzat Sebelum Tidur

Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa setiap kali Rasulullah ﷺ hendak tidur, beliau melakukan amalan berikut:

  1. Mengumpulkan kedua telapak tangan.
  2. Meniup kedua telapak tangan dengan tiupan ringan.
  3. Membaca Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Nas.
  4. Mengusap kedua telapak tangan ke seluruh bagian tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, kemudian bagian depan tubuh.
  5. Mengulangi amalan tersebut sebanyak tiga kali.

Tata cara ini menunjukkan kesempurnaan sunnah Rasulullah ﷺ dalam mempersiapkan diri sebelum beristirahat, sekaligus mengajarkan umat Islam agar senantiasa menggantungkan perlindungan hanya kepada Allah Swt.

Surah Al-Ikhlas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ


Artinya:

  1. Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.
  2. Allah tempat bergantung segala sesuatu.
  3. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
  4. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

(QS. Al-Ikhlas [112]: 1–4).

Surah Al-Falaq

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ۝ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ


Artinya:

  1. Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh."
  2. Dari kejahatan segala makhluk yang Dia ciptakan.
  3. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.
  4. Dari kejahatan para penyihir yang meniup pada buhul-buhul.
  5. Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.

(QS. Al-Falaq [113]: 1–5).

Surah An-Nas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝ مَلِكِ النَّاسِ ۝ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ


Artinya:

  1. Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan manusia."
  2. Raja manusia.
  3. Sembahan manusia.
  4. Dari kejahatan setan yang biasa bersembunyi.
  5. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia.
  6. Baik dari golongan jin maupun manusia.

(QS. An-Nas [114]: 1–6).

Hikmah dan Keutamaan Mengamalkannya

Membaca Al-Mu'awwidzat sebelum tidur merupakan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Ketiga surah tersebut berisi permohonan perlindungan kepada Allah Swt. dari seluruh bentuk keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Seorang muslim diajarkan untuk berlindung dari gangguan setan, kejahatan manusia, hasad dengki, sihir, serta berbagai bahaya yang mungkin menimpa ketika sedang tidur.

Selain itu, amalan ini menjadi wujud tawakal kepada Allah Swt. Seorang hamba menyadari bahwa dirinya tidak memiliki daya dan kekuatan untuk menjaga diri selama tidur, sehingga ia menyerahkan seluruh penjagaan kepada Allah Yang Maha Melindungi.

Membiasakan sunnah ini setiap malam merupakan bentuk kecintaan kepada Rasulullah ﷺ sekaligus ikhtiar memperoleh keberkahan, ketenangan, dan perlindungan dari Allah hingga datangnya waktu fajar.


Hadis tentang Membaca Al-Mu'awwidzat Sebelum Tidur


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا، فَقَرَأَ فِيهِمَا: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، ثُمَّ يَمْسحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ، يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ


Artinya: Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata, Setiap malam ketika Rasulullah ﷺ hendak tidur, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya, lalu meniup keduanya, kemudian membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Setelah itu beliau mengusap kedua telapak tangan tersebut ke seluruh bagian tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Beliau melakukan hal itu sebanyak tiga kali.

Referensi:

  • صحيح البخاري
  • صحيح مسلم