Bagaimana Wahyu Diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ? Penjelasan Berdasarkan Hadis Shahih

 


Pendahuluan

Al-Qur'an merupakan kalam Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui perantaraan Malaikat Jibril. Proses turunnya wahyu bukanlah sesuatu yang ringan. Rasulullah ﷺ harus menanggung beban yang sangat berat ketika menerima wahyu, bahkan terkadang tubuh beliau berkeringat meskipun cuaca sedang sangat dingin.

Gambaran mengenai bagaimana wahyu turun kepada Rasulullah ﷺ dijelaskan secara rinci dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari.


عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ الْحَارِثَ بْنَ هِشَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ يَأْتِيكَ الْوَحْيُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: أَحْيَانًا يَأْتِينِي مِثْلَ صَلْصَلَةِ الْجَرَسِ، وَهُوَ أَشَدُّهُ عَلَيَّ، فَيُفْصَمُ عَنِّي وَقَدْ وَعَيْتُ عَنْهُ مَا قَالَ، وَأَحْيَانًا يَتَمَثَّلُ لِي الْمَلَكُ رَجُلًا، فَيُكَلِّمُنِي فَأَعِي مَا يَقُولُ. قَالَتْ عَائِشَةُ: وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَنْزِلُ عَلَيْهِ الْوَحْيُ فِي الْيَوْمِ الشَّدِيدِ الْبَرْدِ، فَيَفْصِمُ عَنْهُ، وَإِنَّ جَبِينَهُ لَيَتَفَصَّدُ عَرَقًا

Terjemahan Hadis

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Al-Harits bin Hisyam radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ, Wahai Rasulullah, bagaimana wahyu turun kepada engkau?"

Beliau menjawab,

Terkadang wahyu datang kepadaku seperti suara gemerencing lonceng. Cara ini adalah yang paling berat bagiku. Setelah suara itu berhenti, aku telah memahami dan menghafal apa yang disampaikan. Terkadang malaikat datang kepadaku dalam rupa seorang laki-laki, lalu ia berbicara kepadaku sehingga aku memahami apa yang diucapkannya."

Aisyah berkata,

Sungguh aku pernah melihat wahyu turun kepada beliau pada hari yang sangat dingin. Ketika wahyu selesai, dahi beliau bercucuran keringat.

(HR. al-Bukhari no. 2)

Penjelasan Hadis

Hadis ini menunjukkan bahwa wahyu turun kepada Rasulullah ﷺ melalui beberapa cara.

1. Wahyu seperti suara gemerencing lonceng

Cara pertama adalah terdengar seperti bunyi gemerencing lonceng (ṣalṣalah al-jaras). Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa cara inilah yang paling berat beliau rasakan. Para ulama menerangkan bahwa suara tersebut bukanlah bunyi lonceng yang sebenarnya, tetapi suara yang sangat kuat dan menggetarkan sehingga beliau harus memusatkan seluruh perhatian untuk menerima firman Allah.

2. Malaikat Jibril menjelma sebagai manusia

Cara kedua adalah Malaikat Jibril datang dalam rupa seorang laki-laki. Dalam keadaan ini Rasulullah ﷺ menerima wahyu dengan lebih ringan karena Jibril berbicara langsung kepada beliau sebagaimana percakapan manusia.

Dalam beberapa riwayat, Jibril sering datang menyerupai sahabat yang sangat tampan bernama Dihyah al-Kalbi radhiyallahu 'anhu.

3. Beratnya beban wahyu

Kesaksian Aisyah radhiyallahu 'anha memperlihatkan betapa beratnya proses menerima wahyu. Walaupun cuaca sangat dingin, dahi Rasulullah ﷺ tetap dipenuhi keringat.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa apabila beliau sedang menaiki unta saat wahyu turun, unta tersebut hampir tidak sanggup menahan berat yang dirasakan. Hal ini menunjukkan bahwa menerima wahyu merupakan amanah yang sangat agung.

Allah Swt. berfirman:

إِنَّا سَنُلْقِي عَلَيْكَ قَوْلًا ثَقِيلًا

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.

(QS. Al-Muzzammil: 5)

Ayat ini selaras dengan hadis di atas bahwa wahyu memang merupakan beban yang sangat berat, baik secara ruhani maupun fisik.

Hikmah Hadis

Beberapa pelajaran penting yang dapat diambil dari hadis ini antara lain:

  • Wahyu yang diterima Nabi Muhammad ﷺ benar-benar berasal dari Allah Swt., bukan hasil pemikiran beliau sendiri.
  • Turunnya wahyu merupakan proses yang nyata dan berat sehingga mustahil dibuat-buat.
  • Rasulullah ﷺ menunjukkan kesabaran dan keteguhan dalam memikul amanah kenabian.
  • Al-Qur'an adalah firman Allah yang memiliki kedudukan sangat mulia sehingga proses penyampaiannya pun penuh dengan keagungan.

Penutup

Hadis sahih ini memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana Allah Swt. menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad ﷺ. Terkadang wahyu datang dengan suara yang sangat berat, dan terkadang melalui Malaikat Jibril yang menyerupai manusia. Semua itu menunjukkan besarnya kemuliaan Al-Qur'an sekaligus keteguhan Rasulullah ﷺ dalam menerima dan menyampaikan risalah Islam kepada umat manusia.