Qolamulilm_ Fenomena di zaman sekarang menunjukkan perubahan yang cukup signifikan dibandingkan masa dahulu. Di tengah semangat sebagian kaum muslimin dalam beribadah, muncul juga bentuk-bentuk amalan yang dipadukan dengan budaya modern.
Salah satu contohnya adalah pembacaan shalawat atau dzikir seperti kalamun qodimullah, namun diiringi dengan alat musik, bahkan dalam bentuk musik dangdut.
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat:
📘 Pertanyaan
Bagaimana hukum membaca shalawat yang diiringi alat musik? Apakah tetap mendapatkan pahala?
📗 Jawaban
Para ulama menjelaskan bahwa hukum ini perlu dirinci berdasarkan jenis alat musik yang digunakan.
Apabila alat musik tersebut termasuk yang diharamkan, seperti:
- Aud (gambus/mandolin)
- Thanbur (sejenis gitar/rebab)
- Mi’zafah (alat musik bersenar banyak seperti piano)
- Mizmar (alat tiup seperti klarinet/seruling)
- Nayat (seruling)
- Akbar (gendang tertentu)
Maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat (khilaf) di kalangan ulama:
1. Dari sisi hukum perbuatan
- Ada yang berpendapat: haram secara mutlak
- Ada yang berpendapat: alat musiknya haram, tetapi shalawatnya tetap sunnah
2. Dari sisi pahala
Menurut Qoul Ashoh (pendapat yang lebih kuat):
➤ Tidak mendapatkan pahala
Menurut Muqobilul Ashoh (pendapat pembanding):
➤ Tetap mendapatkan pahala
📚 Penjelasan Ulama
1. Keterangan dalam Hasyiyah Al-Jamal
📖 الجمل على المنهج ج ٥ ص: ٣٨٠
( كغناء ) بكسر الغين والمد ( بلا آلة واستماعه ) فإنهما مكروهان لما فيهما من اللهو أما مع الآلة فمحرمان وتعبيرى بالاستماع هنا وفيما يأتى أولى من تعبيره بالسماع. قوله ( فإنهما مكروهان ) أي ولو من أجنبية أو أمراد إلا إن خاف فتنة أو نظرا محرما وإلا حرم وليس من الغناء ما اعتيد عند محاولة عمل وحمل ثقيل كحدو الأعراب لإبلهم وغناء النساء لتسكيت صغارهم فلا شك فى جوازه قال الغزالى الغناء إن قصد به ترويح القلب ليقوى على الطاعة فهو طاعة أو على المعصية فهو معصية أو لم يقصد به شيئ فهو لهو معفو عنه. إهـ ح ل ( قوله أما مع الآلة فهو محرما ) وهذا ما مشى عليه الشارح والذى مشى عليه م ر فى شرحه أن الغناء مكروه وعلى ما هو عليه والآلة محرمة وعبارته ومتى اقترن بالغناء آلة محرمة فالقياس كما قاله الزركشى تحريم الآلة فقط وبقاء الغناء على الكراهة إهـ.
Penjelasan ini menunjukkan bahwa:
- Nyanyian tanpa alat musik hukumnya makruh
- Namun jika disertai alat musik yang diharamkan, maka menjadi haram
- Sebagian ulama berpendapat: yang haram adalah alatnya, bukan dzikir atau ucapannya
2. Penjelasan dalam Ihya Ulumiddin
📖 إحياء علوم الدين ج ٢ ص : ٢٧٩
فإن قلت فهل له حالة يحرم فيها. فأقول إنه يحرم بخمسة عوارض عارض فى المسمع وعارض فى آلة الإسماع وعارض فى نظم الصوت وعارض فى نفس المستمع أو فى مواظبته وعارض من كون الشخص من عوام الخلق لأن أركان السماع هى المسمع والمستمع وآلة الإسماع العارض الأول :أن يكون امرأة لا يحل النظر إليه وتخشى الفتنة من سماعها وفى معناها الصبى الأمراد - إلى أن قال - العارض الثانى :فى الآلة بأن تكون من شعار أهل الشرب أو المخنثين وهو المزامير والأوتار وطبل الكوبة فهذه ثلاثة أنواع ممنوعة وما عدا على ذلك يبقى على أصل الإباحة كالدف وإن كان فيه الجلاجل وكالطبل والشاهين والضرب بالقضيب وسائر الآلات.
Dalam penjelasan ini, Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa keharaman bisa muncul karena beberapa faktor, di antaranya:
- Alat musik yang digunakan
- Kondisi orang yang mendengar
- Potensi fitnah
3. Kaidah Fiqih
"إذا اجتمع الحلال والحرام غلب الحرام"
Jika halal dan haram berkumpul, maka yang dimenangkan adalah yang haram.
4. Keterangan dalam Ghayah Al-Wushul
📖 غاية الوصول ص: ٣١
(و) الأصح ( أنه ) اى فاعلها على القول بصحتها ( لا يثاب ) عليها عقوبة له عليها من جهة الغصب وقيل يثاب عليها من جهة الصلاة وإن عوقب من جهة الغصب فقد يعاقب بغير حرمان الثوب أو بحرمان بعضه.
Ini menjadi dalil bahwa suatu ibadah yang bercampur dengan perkara haram bisa:
- Sah, tetapi
- Tidak mendapatkan pahala menurut pendapat yang lebih kuat
Kesimpulan
- Membaca shalawat adalah amalan yang sangat mulia dan dianjurkan.
- Namun jika diiringi dengan alat musik yang diharamkan, maka:
- Perbuatannya menjadi masalah (bahkan bisa haram)
- Terjadi khilaf dalam pahala
Pendapat yang lebih kuat: ➤ Tidak mendapatkan pahala, karena tercampur dengan hal yang haram
Kaidah umum: ➤ Jika ibadah bercampur maksiat, maka bisa menghilangkan atau mengurangi pahala
Penutup
Seorang muslim hendaknya berusaha menjaga kemurnian ibadahnya dari hal-hal yang diperselisihkan, terlebih yang cenderung kepada keharaman.
Shalawat adalah ibadah yang agung, maka lebih utama dilakukan dengan cara yang paling selamat dari khilaf, agar pahala yang diharapkan benar-benar sempurna di sisi Allah ﷻ.

Tidak ada komentar
Posting Komentar