Kucing masuk masjid saat hujan sering menimbulkan pertanyaan di kalangan jamaah. Apakah najis atau tidak jika kucing tersebut berjalan di dalam masjid?

Suatu hari, ketika waktu shalat Ashar telah tiba, para jamaah mulai berdatangan ke masjid. Sebagian sudah melaksanakan shalat berjamaah. Saat itu, hujan turun dan pintu masjid dalam keadaan terbuka.
Tiba-tiba seekor kucing masuk ke dalam masjid dan berjalan hingga mendekati imam. Kaki kucing tersebut dalam keadaan basah karena terkena air hujan.
Hal ini membuat sebagian jamaah bertanya-tanya tentang hukum kesucian sajadah atau lantai masjid yang dilewati kucing tersebut.

📘 Pertanyaan
Apakah sajadah atau lantai masjid menjadi mutanajjis (terkena najis) karena dilewati kucing yang basah?
Apa yang harus dilakukan oleh para jamaah (musholli)?

📗 Jawaban
1. Apakah Kucing Najis dalam Islam?
Dalam fiqih Islam, kucing termasuk hewan yang suci (ṭāhir) dan tidak najis.
Air yang menempel pada kaki kucing juga dihukumi suci, selama:
Tidak terlihat najis secara nyata
Tidak berubah warna, bau, atau rasa

➡️ Kaidah fiqih:
Hukum asal segala sesuatu adalah suci sampai ada dalil yang menunjukkan kenajisannya.
Maka, sajadah atau lantai masjid tidak menjadi najis (mutanajjis) hanya karena dilewati kucing yang basah.

2. Apa yang Harus Dilakukan Saat Kucing Masuk Masjid?
Para jamaah tetap melanjutkan shalatnya dan tidak perlu merasa khawatir.
Karena: Kucing bukan hewan najis
Air hujan pada kaki kucing dihukumi suci
Tidak ada bukti adanya najis

Kesimpulan
Kucing dalam Islam adalah hewan suci
Kucing masuk masjid tidak membuat tempat menjadi najis
Air hujan yang menempel pada kaki kucing dihukumi suci
Shalat tetap sah dan tidak perlu diulang.


📚 `REFERENSI`

فتح القريب المجيب ص: ٨٥
وَالْحَيْوَانُ كُلُّهُ طَاهِرُ إِلَّا الْكَلْبَ وَالْخِنْزِيرَ وَمَا تَوَلَّدَ مِنْهُمَا أَوْ مِنْ أَحَدِهِمَا مَعَ حَيْوَانٍ طَاهِرٍ ، وَعِبَارَتُهُ تَصْدُقُ بِطَهَارَةِ الدُّوْدِ الْمُتَوَلَّدِ مِنَ النَّجَاسَةِ، وَهُوَ كَذَلِكَ

بشرى الكريم بشرح مسائل التعليم ص: ٢٣ (طبعة :الحرمين)
(تنبيه) ما أصله الطهارة وغلب على الظن تنجسه لغلبة النجاسة فى مثله فيه قولان الأصل والظاهر والأرجح الطهارة لكن يكره استعمال ما قوى احتمال تنجسه وهذا إن لم يعضد الظاهر رؤية النجس كأن بالت ظبية في ماء ثم وجد متغيرا فحكم بنجاسته عملا بالظاهر من أن تغيره من بولها وإن احتمل كونه من غيره ولو أخبره بتنجسه) أى الماء أو غيره أو باستعماله (ثقة) ولو عبدا أو امرأة ولو عن عدل آخر ( وبين السبب لتنجسه أو استعماله (أو) أطلق و ( كان فقيها) بأحكام الطهارة (موافقا) له فى المذهب قال فى التحفة أو عارفا بمذهب المخبر بفتح الباء وإن لم يعتقده إذ الظاهر أنه إنما يخبره باعتقاده لا باعتقاد نفسه (اعتمده) وجوبا وخرج بالثقة الصبى والمجنون والفاسق فلا يقبل خبرهم إلا إن بلغ غير المجانين عدد التواتر أو أخبر عن فعل نفسه كقوله بلت فيه أو وقع في القلب صدقه فيجب حينئذ قبول خبرهم ولو واحدا