Bismillah...


Ziarah kubur adalah ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Kunjungilah kuburan, karena ia akan mengingatkan kalian kepada akhirat."

(HR. Muslim)

Namun yang perlu kita renungkan:

apakah semua praktik ziarah hari ini benar-benar sesuai dengan tujuan tersebut?

Fenomena ziarah ke makam tokoh besar, seperti makam Sultan Syarif Abdurrahman di Batu Layang, seringkali tidak hanya menjadi sarana mengingat kematian. Dalam praktiknya, muncul berbagai narasi—mulai dari nilai sejarah, penghormatan berlebih, hingga keyakinan adanya keberkahan tertentu.

Di sinilah pentingnya kita bersikap jernih dan kritis.

Ziarah Kubur: Ibadah, Bukan Pengagungan

Dalam Islam, ziarah kubur bertujuan untuk:

Mengingat kematian

Melembutkan hati

Mendorong persiapan menuju akhirat

Bukan untuk:

Mengagungkan tokoh tertentu

Mengharap keberkahan dari kuburan

Atau meyakini adanya pertolongan dari selain Allah

Ketika ziarah berubah menjadi pengagungan berlebihan, maka hal ini perlu diluruskan agar tidak menyimpang dari tauhid.

Antara Sejarah dan Keyakinan

Tidak salah mengenal sejarah tokoh Islam. Namun, perlu diwaspadai ketika ziarah dibungkus dengan:

Glorifikasi tokoh

Pengagungan keturunan

Keyakinan tempat tertentu membawa berkah khusus

Islam tidak mengajarkan bahwa suatu makam memiliki keistimewaan untuk mendatangkan manfaat atau menolak mudarat.

Semua manfaat dan pertolongan hanya datang dari Allah Ta’ala.

Masalah Sosial di Sekitar Makam

Perubahan fisik dan pengelolaan makam yang lebih rapi memang terlihat baik. Namun, menghilangkan fenomena sosial seperti meminta-minta tidak selalu berarti masalah telah selesai.

Perlu dipahami:

Masalah sosial memiliki akar yang dalam

Tidak cukup diselesaikan dengan penertiban saja

Harus ada solusi yang menyentuh kondisi masyarakat

Menghilangkan dari pandangan bukan berarti menyelesaikan secara hakikat.

Apakah Sudah Sesuai Islam?

Penataan yang rapi dan nyaman memang baik. Namun dalam Islam, kemuliaan bukan diukur dari:

Megahnya bangunan

Ramainya pengunjung

Indahnya tempat

Melainkan dari:

Ketaatan kepada Allah

Kemurnian tauhid

Jauhnya dari kesyirikan

Ziarah yang benar adalah:

Sederhana

Khusyuk

Tidak berlebihan

Sesuai tuntunan Nabi ﷺ

Penutup: Kembali kepada Tujuan Ziarah

Ziarah kubur adalah ibadah yang mulia jika dilakukan sesuai tuntunan.

Namun, jika bercampur dengan:

Keyakinan yang keliru

Pengagungan berlebihan

Atau tradisi yang tidak sesuai syariat

Maka perlu diluruskan dengan ilmu dan hikmah.

Mari kita kembalikan ziarah kepada tujuan utamanya:

mengingat kematian dan memperbaiki iman.

Semoga setiap langkah kita menjadi ibadah yang diridhai Allah, dan dijauhkan dari segala bentuk penyimpangan dalam akidah.


ziarah makam dalam Islam

hukum ziarah kubur

ziarah makam sultan